SURABAYA, BeritaWarga.net - 30 September 2026 — Momentum peringatan Gerakan 30 September 1965 menjadi pengingat penting bagi masyarakat Indonesia untuk tidak melupakan sejarah serta mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa masa lalu.
Peristiwa Gerakan 30 September 1965 merupakan salah satu episode penting dan kelam dalam sejarah Indonesia yang menewaskan sejumlah perwira TNI Angkatan Darat. Mengenang sejarah diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi generasi muda untuk memperkuat persatuan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ketua Umum Pemuda Rabasan Kedungdung Bersatu (PRKB), Imam Buhori, mengajak seluruh pemuda menjadikan momentum tersebut sebagai sarana untuk memperkuat semangat kebangsaan.
«“Pemuda jangan pernah melupakan sejarah. Dari sejarah kita belajar, dari persatuan kita menjadi kuat, dan dari semangat kebangsaan kita menjaga masa depan Indonesia,” tutur Imam Buhori, Rabu (30/09/2026).»
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persaudaraan dan menciptakan suasana yang kondusif di tengah masyarakat.
“Pemuda harus hadir sebagai kekuatan positif di tengah masyarakat—menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, menjunjung nilai-nilai Pancasila, serta menolak segala bentuk perpecahan,” ucapnya.
PRKB menegaskan komitmennya untuk terus membangun persatuan pemuda, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjaga nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pemuda Bersatu, Bangsa Kuat! Jaga Persatuan, Rawat Kebhinekaan, dan Terus Bergerak untuk Indonesia.”
Imam Buhori
Ketua Umum PRKB
Pemuda Rabasan Kedungdung Bersatu
#KetuaUmum #PRKB #PemudaRabasanKedungdungBersatu #G30S #RefleksiKebangsaan
