BANYUATES, BeritaWarga.net – Kondisi jalan alternatif Kabupaten Sampang yang menghubungkan Kecamatan Banyuates dan Tambelangan semakin memprihatinkan. Kerusakan parah terjadi akibat tingginya intensitas truk besar pengangkut batu dari tambang galian C di Dusun Tejeteh, Desa Morbatoh, Kecamatan Banyuates.
Jalur yang sejatinya menjadi akses vital bagi aktivitas masyarakat itu kini dipenuhi lubang, bergelombang, serta diselimuti debu tebal. Kondisi tersebut tak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan yang membuat jalan licin dan berlumpur, serta saat kemarau dengan debu yang mengganggu jarak pandang.
Warga setempat menilai, kerusakan jalan dipicu oleh kendaraan berat bermuatan batu yang setiap hari melintas tanpa henti. “Setiap hari truk besar lewat, jalannya makin hancur. Kalau kemarau debunya tebal, kalau hujan jadi licin dan berlumpur,” ungkap salah satu warga.
Keluhan masyarakat sebenarnya telah disampaikan kepada pihak pengelola tambang galian C. Namun, upaya perbaikan yang sempat dilakukan berupa penimbunan menggunakan tanah justru memperburuk kondisi jalan, membuat permukaan semakin rusak dan meningkatkan debu di sekitar permukiman.
Tak tinggal diam, warga kemudian berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya serta meminta kontribusi dari pihak tambang. Sayangnya, permintaan tersebut ditolak dengan alasan pihak tambang akan melakukan perbaikan sendiri. Hingga enam bulan berlalu, janji tersebut belum juga terealisasi.
Sebagai bentuk kekecewaan dan tekanan agar ada tanggung jawab nyata, masyarakat akhirnya melakukan pemblokiran akses jalan bagi truk pengangkut batu dari tambang galian C. Aksi ini membuat kendaraan tambang tidak lagi diperbolehkan melintas di jalur tersebut.
Meski demikian, warga tetap mengedepankan kepentingan bersama. Mereka berencana memperbaiki jalan secara mandiri demi menjaga kelancaran aktivitas sehari-hari, agar akses penghubung antar kecamatan tersebut kembali aman dan nyaman dilalui.
