SURABAYA, BeritaWarga.net - Sebuah video yang memperlihatkan tiga orang yang diduga merupakan karyawan DPRD Provinsi Jawa Timur berjoget di halaman gedung DPRD Jatim menjadi sorotan di media sosial.
Video tersebut menuai beragam reaksi karena diduga direkam pada waktu yang bertepatan dengan jam kerja. Dalam video, tampak ketiga orang tersebut berjoget dengan latar gedung DPRD Jawa Timur.
Yang menarik perhatian, terdapat tulisan dalam video yang berbunyi, “Fokus Kerja Aja Kak, Gausah Whan When Whan When.”
Pesan tersebut sejatinya dapat dimaknai sebagai ajakan untuk fokus menjalankan pekerjaan. Namun, cara penyampaiannya justru memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, terlebih jika benar dilakukan pada jam kerja dan oleh pegawai yang sedang menjalankan tugas kedinasan.
JAM KERJA, ANTARA TUGAS DAN KONTEN VIRAL
Publik tentu memiliki ekspektasi agar setiap aparatur maupun pekerja di lingkungan pemerintahan menggunakan waktu kerja secara profesional.
Jam kerja pada dasarnya merupakan waktu untuk menjalankan tugas, memberikan pelayanan, menyelesaikan pekerjaan, serta memenuhi tanggung jawab kepada masyarakat.
Karena itu, apabila benar aktivitas tersebut dilakukan saat jam kerja tanpa berkaitan dengan tugas kedinasan, masyarakat wajar mempertanyakan aspek kedisiplinan dan etika profesional.
Namun demikian, konteks lengkap video, waktu pengambilan gambar, serta status ketiga orang yang terlihat dalam video tetap perlu diklarifikasi agar tidak terjadi kesimpulan sepihak.
PESAN “FOKUS KERJA” JUSTRU JADI SOROTAN
Ironisnya, tulisan “Fokus Kerja” yang muncul dalam video justru menjadi bagian yang paling banyak diperbincangkan.
Pesannya sederhana: fokus pada pekerjaan.
Namun publik kemudian mempertanyakan, apakah pesan tersebut sudah sejalan dengan tindakan yang ditampilkan?
Sebab, bagi masyarakat, semangat bekerja bukan hanya soal slogan atau tulisan, melainkan bagaimana tanggung jawab benar-benar diwujudkan melalui kedisiplinan dan kinerja.
PUBLIK: KINERJA HARUS LEBIH UTAMA DARIPADA VIRAL
Kritik yang muncul di media sosial pada dasarnya menjadi pengingat bagi seluruh instansi pemerintahan.
Jika memang aktivitas tersebut dilakukan di luar tugas dan pada waktu kerja, evaluasi internal dinilai penting dilakukan. Sebaliknya, apabila terdapat konteks atau alasan kedinasan di balik pembuatan video tersebut, penjelasan resmi juga diperlukan agar persoalan tidak berkembang menjadi persepsi negatif.
Masyarakat tidak anti terhadap kreativitas. Konten hiburan pun sah-sah saja dibuat, selama dilakukan pada waktu dan tempat yang tepat serta tidak mengganggu pelaksanaan tugas.
PANGGILAN UNTUK SELURUH INSTANSI
Peristiwa ini hendaknya menjadi momentum untuk kembali mengingatkan pentingnya disiplin kerja di seluruh instansi.
Datang tepat waktu, menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh, menyelesaikan pekerjaan dengan baik, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Sebab, bagi seorang pekerja di lingkungan pemerintahan, bentuk “konten” terbaik bukan sekadar video yang viral, melainkan kinerja yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Pada akhirnya, pesan “Fokus Kerja” akan jauh lebih kuat apabila tidak hanya tertulis di layar, tetapi juga terlihat dalam tindakan.
Hiburan ada waktunya. Kreativitas ada tempatnya. Dan tanggung jawab pekerjaan tetap harus menjadi prioritas.


