BeritaWarga.net | BONDOWOSO – Pagi itu, halaman Masjid Al Fajri di lingkungan Mako Polres Bondowoso bukan hanya menjadi tempat ibadah. Suasana berubah menjadi ruang kebersamaan ketika Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., bersama jajaran turun langsung membersihkan lingkungan markas dalam Gerakan Indonesia ASRI, Selasa (11/8/2026).
Sejak pukul 07.00 WIB, Kapolres bersama para Pejabat Utama (PJU), personel dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polres Bondowoso bergerak bersama. Halaman masjid, area sekitar tempat ibadah hingga lingkungan pendukung Mako dibersihkan dan ditata agar terlihat lebih rapi, sehat dan nyaman.
Gerakan Indonesia ASRI menjadi bagian dari upaya Polres Bondowoso membangun budaya lingkungan yang Aman, Sehat, Rapi dan Indah. Namun, kegiatan tersebut tidak berhenti pada urusan kebersihan lingkungan. Ada pesan keteladanan yang ingin ditanamkan, bahwa kepedulian terhadap tempat kerja dan tempat ibadah harus lahir dari kesadaran bersama.
Kapolres Aryo memilih berada di tengah personel. Ia ikut membersihkan lingkungan, memungut sampah dan memastikan kegiatan berjalan bersama seluruh anggota.
Sikap tersebut menjadi gambaran karakter kepemimpinan AKBP Aryo Dwi Wibowo yang dikenal luas rendah hati dan dekat dengan masyarakat. Sosoknya juga kerap hadir dalam berbagai kegiatan sosial, terutama membantu warga yang membutuhkan uluran tangan.
Kedekatan itu tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga dikenal di kalangan ulama, tokoh masyarakat serta anggota kepolisian. Kapolres Aryo dikenal sebagai pemimpin yang tidak hanya memberikan arahan dari balik meja, melainkan turun langsung untuk memberikan contoh kepada bawahannya.
Bagi jajaran Polres Bondowoso, keteladanan semacam itu menjadi energi tersendiri. Ketika pimpinan ikut bekerja bersama anggota, batas antara atasan dan bawahan terasa lebih cair. Semangat gotong royong pun tumbuh secara alami.
Dalam keterangannya kepada MasBhabinnews, Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo mengatakan, kebersihan harus dibangun menjadi kebiasaan dan bagian dari karakter setiap personel.
“Kebersihan bukan hanya tentang lingkungan yang terlihat rapi, tetapi juga mencerminkan kedisiplinan, kepedulian dan tanggung jawab kita. Apalagi lingkungan masjid, karena kebersihan merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang muslim. Mari kita rawat bersama lingkungan Mako ini agar tetap bersih, sehat, rapi dan nyaman,” ujar AKBP Aryo.
Menurutnya, menjaga kebersihan juga memiliki hubungan erat dengan ajaran agama. Lingkungan yang bersih menciptakan kenyamanan bagi masyarakat yang datang, terlebih Masjid Al Fajri merupakan tempat ibadah yang digunakan anggota maupun masyarakat.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kebersihan tidak berhenti pada kegiatan bersih bersih yang dilakukan sesaat. Lebih jauh, kebersihan harus menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan sehari hari.
Gerakan Indonesia ASRI juga memperkuat soliditas internal Polres Bondowoso. Kebersamaan antara pimpinan, PJU, anggota dan PNS menunjukkan bahwa membangun lingkungan yang nyaman membutuhkan keterlibatan semua pihak.
Dengan lingkungan Mako yang bersih dan tertata, diharapkan pelayanan kepada masyarakat juga semakin optimal. Sebab, tempat kerja yang nyaman dapat menjadi salah satu penunjang lahirnya pelayanan kepolisian yang profesional, humanis dan Presisi.
Bagi Kapolres Aryo, menjadi pemimpin bukan hanya soal memberi perintah, tetapi tentang memberikan contoh. Dari lingkungan yang bersih, tumbuh kedisiplinan. Dari kebersamaan, lahir kekuatan. Dan dari keteladanan, tumbuh kepercayaan masyarakat.
Sebab perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Terkadang, ia berawal dari tangan yang mau memungut sampah, hati yang peduli terhadap lingkungan dan seorang pemimpin yang memilih turun langsung memberi teladan|
