Mangupura, BeritaWarga.net – Guna memastikan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai situasi kontinjensi, Polres Badung menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Jalan Raya Sempidi, Kelurahan Sempidi, Kabupaten Badung, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan tersebut dirancang menyerupai kondisi nyata sebagai bentuk latihan taktis dalam menghadapi potensi gangguan keamanan berskala besar. Simulasi melibatkan berbagai unsur pengamanan, mulai dari Satuan Samapta, Reskrim, Lalu Lintas, personel Brimob, TNI, pecalang, hingga Linmas.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah skenario diperagakan, termasuk penanganan aksi unjuk rasa yang berkembang menjadi kericuhan serta respons cepat terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Masyarakat yang berada di sekitar lokasi tampak antusias menyaksikan jalannya simulasi. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk menjaga ketertiban dan tidak mudah terpancing oleh situasi maupun informasi yang belum jelas kebenarannya.
Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba, SH, SIK, MH., mengatakan simulasi tersebut bertujuan memastikan seluruh personel memiliki kesiapan fisik, mental, serta kemampuan taktis dalam menghadapi kondisi terburuk sekalipun.
«“Kami ingin semua personel siap secara fisik, mental, dan taktis. Simulasi ini bukan hanya latihan, tapi bentuk nyata dari komitmen kami menjaga keamanan masyarakat,” tegasnya.»
Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya, khususnya menjelang momentum penting maupun ketika terjadi dinamika sosial di masyarakat.
«“Kami mohon dukungan seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan tindakan yang tidak perlu, dan menyerahkan penanganan keamanan kepada aparat,” tambahnya.»
Melalui simulasi Sispamkota tersebut, Polres Badung berharap sinergi antara TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Polres Badung menegaskan bahwa kegiatan ini bukan karena adanya ancaman tertentu, melainkan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan setiap personel mampu bergerak cepat, tepat, dan terukur dalam menghadapi berbagai situasi.
“Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama,” tutup Kapolres Badung.
