• Jelajahi

    Copyright © Berita Warga NET, menyajikan informasi teraktual dan terupdate
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    PPDS IKA Unair Teliti Deteksi Dini dan Faktor Risiko Bullying di SMP PGRI 6 Surabaya

    26/08/2026, Agustus 26, 2026 WIB Last Updated 2026-08-26T08:14:37Z
    masukkan script iklan disini


    SURABAYA, BeritaWarga.net
    Kasus perundungan (bullying) pada usia remaja masih menjadi persoalan yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak, khususnya kalangan pendidikan dan medis. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental serta tumbuh kembang remaja, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Anak (IKA) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga melaksanakan penelitian kesehatan masyarakat di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya.


    Kegiatan penelitian tersebut dilaksanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026, pukul 09.00 WIB, di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya yang beralamat di Jalan Bulak Rukem III Nomor 7–9, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya.


    Dalam kegiatan tersebut, sekolah menerima kunjungan ASHFAHANI IMANADHIA, dr, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dari Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak.


    Penelitian yang dilakukan mengangkat tema “Deteksi Dini, Karakteristik, dan Faktor Risiko Bullying pada Remaja di Kota Surabaya”. Kegiatan ini bertujuan untuk memetakan dinamika psikososial peserta didik sekaligus merumuskan strategi pencegahan perundungan yang lebih tepat di lingkungan sekolah.


    Penelitian yang melibatkan peserta didik SMP PGRI 6 Surabaya tersebut berfokus pada tiga pilar utama.


    Pertama, deteksi dini perundungan, dengan menggunakan instrumen skrining kesehatan mental dan perilaku untuk mengidentifikasi tanda-tanda awal remaja yang berisiko menjadi korban maupun pelaku bullying. Bentuk perundungan yang menjadi perhatian meliputi kekerasan fisik, verbal, sosial, hingga cyberbullying.


    Kedua, karakteristik remaja dan bentuk bullying, yakni mengidentifikasi pola perundungan yang paling sering terjadi di lingkungan sekolah urban Kota Surabaya serta melihat keterkaitannya dengan profil demografi peserta didik, seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat kelas.


    Ketiga, pemetaan faktor risiko, dengan menganalisis berbagai faktor yang dapat memicu terjadinya perundungan. Faktor tersebut meliputi lingkungan keluarga, dinamika kelompok teman sebaya, kondisi psikologis individu, hingga budaya dan atmosfer yang berkembang di lingkungan sekolah.


    Kehadiran mahasiswa PPDS Ilmu Kesehatan Anak di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya menjadi bukti pentingnya kolaborasi antara dunia medis dan institusi pendidikan. Dokter spesialis anak tidak hanya memiliki peran dalam menangani penyakit fisik, tetapi juga berperan penting dalam memantau tumbuh kembang serta kesehatan mental anak dan remaja.


    Menurut Ibu Anis Laily Mufidah, S.Pd, selaku guru pendamping ASHFAHANI IMANADHIA, dr, kegiatan penelitian ini memberikan manfaat penting bagi pihak sekolah.


    “Melalui kegiatan ini, pihak sekolah dapat memperoleh pemahaman berbasis data mengenai kondisi kesehatan mental para siswa. Sementara itu, tim medis juga mendapatkan gambaran lapangan yang lebih komprehensif mengenai berbagai tantangan yang dihadapi remaja di Kota Surabaya,” ujarnya.


    Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi berbagai pihak, di antaranya:


    1. Intervensi Dini di Sekolah
    Sekolah diharapkan dapat merancang program pencegahan bullying yang lebih terarah, termasuk pembentukan konselor sebaya (peer counselor) serta penguatan sistem pelaporan yang aman dan ramah bagi peserta didik.


    2. Edukasi bagi Orang Tua
    Hasil penelitian dapat menjadi masukan bagi orang tua untuk lebih memahami tanda-tanda perubahan perilaku anak, baik sebagai korban maupun pelaku perundungan.


    3. Rekomendasi Kebijakan Kesehatan Remaja
    Data yang diperoleh diharapkan dapat menjadi referensi bagi Dinas Kesehatan maupun Dinas Pendidikan Kota Surabaya dalam merumuskan kebijakan perlindungan anak serta program sekolah sehat mental secara berkelanjutan.


    Penulis yang juga merupakan Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya, sekaligus Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara dan alumni S2 Manajemen Pendidikan UNESA, berharap kegiatan skrining dan pemetaan risiko tersebut dapat menjadi langkah awal dalam mencegah terjadinya perundungan di kalangan remaja.


    Dengan adanya deteksi dini dan pemetaan faktor risiko sejak awal, diharapkan Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya bersama para calon dokter spesialis anak dapat terus menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang remaja secara optimal di Kota Surabaya

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini