Surabaya, BeritaWarga.net – Suasana apel jam pimpinan di lingkungan Polrestabes Surabaya, Senin (13/4/2026), berlangsung penuh kebanggaan. Momentum ini tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga diwarnai dengan pemberian penghargaan kepada atlet karate kontingen Polrestabes Surabaya yang berhasil mengukir prestasi gemilang dalam Kejurda INKANAS Piala Kapolda Jawa Timur 2026.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Dr. Luthfie Sulistiawan, dalam amanatnya menyampaikan rasa syukur atas capaian luar biasa tersebut. Ia menegaskan bahwa prestasi para atlet merupakan bukti nyata dari disiplin, kerja keras, serta mental juara yang terus diasah.
Dalam kejuaraan tersebut, kontingen Polrestabes Surabaya berhasil mencatatkan prestasi impresif dengan meraih total puluhan medali dari berbagai nomor pertandingan. Capaian tersebut terdiri dari 15 medali emas, 17 medali perak, dan 14 medali perunggu.
Kapolrestabes menilai, keberhasilan ini bukanlah hasil instan, melainkan buah dari proses panjang yang penuh dedikasi. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pelatih dan official yang turut berperan dalam membina para atlet hingga mencapai prestasi tersebut.
“Setiap medali yang diraih merupakan hasil perjuangan yang tidak mudah. Ini adalah kebanggaan bagi institusi dan menjadi motivasi untuk terus berprestasi,” ujar Kombespol Luthfi, pada Senin (13/04).
Di antara deretan atlet berprestasi, terdapat dua anggota Polrestabes Surabaya yang turut menyumbangkan medali dalam kategori TNI/Polri. Mereka adalah Bripda Mochammad Syamrehan Aditya Putra yang berhasil meraih medali emas di kelas Kumite 67 Kg, serta Bripda Riko Eka Mahendra yang memperoleh medali perak di kelas Kumite 75 Kg.
Kapolrestabes menegaskan bahwa pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa anggota Polri tidak hanya mampu menjalankan tugas kedinasan secara profesional, tetapi juga memiliki potensi besar di bidang lain yang dapat dikembangkan secara positif.
Ia pun mendorong seluruh personel untuk terus menggali potensi diri, baik di bidang olahraga, seni, maupun kompetensi lainnya, selama tetap menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas utama sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Selain memberikan penghargaan, Kapolrestabes juga menyoroti situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang menjadi perhatian bersama. Ia menginstruksikan jajaran untuk melakukan langkah konkret dalam penanganan praktik jukir liar dan “Pak Ogah” yang kerap meresahkan masyarakat.
Pendataan dan pemetaan wilayah rawan menjadi langkah awal yang harus dilakukan, disertai pendekatan persuasif melalui pembinaan dan edukasi. Namun, apabila ditemukan unsur pemaksaan atau pungutan liar, penindakan tegas harus dilakukan sesuai hukum yang berlaku.
Di sisi lain, menjelang peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026, seluruh jajaran diminta meningkatkan kesiapsiagaan. Kapolrestabes menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi pergerakan massa serta penguatan komunikasi dengan elemen buruh dan stakeholder terkait.
Pendekatan pengamanan harus dilakukan secara profesional, humanis, dan terukur, mengingat dinamika tahun ini dinilai lebih kompleks dengan adanya pengaruh situasi global terhadap kondisi ekonomi dan sosial.
Dalam penutup amanatnya, Kapolrestabes Surabaya kembali mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga dengan baik. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan, kecepatan respons, serta kehadiran polisi yang humanis di tengah masyarakat.
Momentum penghargaan ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh personel bahwa setiap individu memiliki potensi untuk menjadi yang terbaik, selama mampu menjaga disiplin, integritas, dan tanggung jawab dalam setiap tugas.
Dengan semangat “Senantiasa Menjadi Lebih Baik”, Polrestabes Surabaya diharapkan terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
