Adv Bukan Cari Honor, Tapi Tegakkan Kemanusiaan. Dr. Teguh Suharto Utomo Adalah Investasi Akhirat Seorang Advokat -->

Adv Bukan Cari Honor, Tapi Tegakkan Kemanusiaan. Dr. Teguh Suharto Utomo Adalah Investasi Akhirat Seorang Advokat

28/06/2026, Juni 28, 2026

Beritawarga.Net || Surabaya,– Di era serba materialistis, pesan seorang advokat senior mengingatkan kembali jati diri profesi hukum. Dr. Teguh Suharto Utomo,S.Psi., S.H., M.H., M.M., CTT., menegaskan profesi advokat adalah officium nobile atau profesi yang mulia. Kemuliaan itu, katanya, tidak diukur dari honorarium, melainkan dari keberanian menegakkan keadilan.


“Jadilah advokat yang mengejar keadilan sebelum mengejar bayaran. Sebab uang dapat menghidupi profesi, tetapi kemanusiaanlah yang memuliakan seorang advokat,” tegas Dr. Teguh. 28/6/2026.


Menurut Dr. Teguh, tidak semua perkara harus dipandang sebagai ladang penghasilan. Ada perkara-perkara yang justru menjadi ladang amal, pengabdian, dan investasi akhirat.


Bentuk nyatanya adalah membela anak yatim korban kekerasan, mendampingi masyarakat miskin yang dizalimi, atau memperjuangkan hak kaum rentan tanpa pamrih. 


“Seorang advokat sejati tidak akan miskin karena perkara pro bono. Justru dari perkara-perkara kemanusiaan itulah lahir kehormatan, kepercayaan masyarakat, dan keberkahan hidup yang tidak dapat dibeli dengan uang,” ujarnya.


Ajakan itu bukan hanya moral, tapi juga mandat hukum. 


Pasal 22 ayat (1) UU No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat mewajibkan setiap advokat memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma atau pro bono kepada pencari keadilan yang tidak mampu. 


Kewajiban itu diperkuat Kode Etik Advokat Indonesia yang menempatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari kehormatan profesi. 


Lebih tinggi lagi, Pasal 28D ayat (1) UUD 1945 menjamin setiap warga negara berhak atas kepastian hukum yang adil. Di titik inilah advokat menjadi salah satu pilar penegaknya.


Dr. Teguh menutup pernyataannya dengan refleksi spiritual. Bagi dia, honorarium hanya bertahan di dunia. Sementara amal kemanusiaan akan menjadi saksi yang pahalanya terus mengalir.


“Karena pada akhirnya, honorarium hanya bertahan di dunia, tetapi amal kemanusiaan akan menjadi saksi yang terus mengalir nilainya di hadapan Tuhan,” pungkasnya.


Editor: Kib 

TerPopuler