Beritawarga.net | Surabaya - Keluarga Besar Samsul Arifin menggelar santunan bagi anak yatim piatu dalam rangka memperingati 10 Muharram 1448 Hijriah atau Idul Yatama. Kegiatan berlangsung di Darul Aitam Sidogiri (DAS), Jalan Banowati I No. 25–29, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Surabaya, Jumat (26/6/2026).
Peringatan 10 Muharram di Indonesia identik dengan tradisi menyantuni anak yatim piatu. Selain itu, masyarakat juga mengisi momen tersebut dengan membahagiakan dan mengusap kepala anak yatim sebagai wujud kasih sayang serta kepedulian sosial.
Dalam kegiatan tersebut, Samsul Arifin hadir bersama istrinya, Nurhayati, serta ibundanya. Muhdi, salah satu pengasuh santri di Darul Aitam Sidogiri (DAS), menyambut kedatangan mereka di Gedung Darul Khidmah Sidogiri, Jalan Bolodewo No. 26, Surabaya. Selanjutnya, rombongan mengikuti rangkaian kegiatan bersama anak-anak yatim.
Darul Aitam Sidogiri merupakan lembaga pendidikan khusus anak yatim berbasis pesantren. LAZ Sidogiri bersama pengelola setempat membina lembaga tersebut sekaligus menyediakan santunan dan pendidikan gratis bagi anak-anak yatim.
Samsul Arifin, Pimpinan Redaksi Sindoraya.com, mengatakan peringatan 10 Muharram menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial. Ia mengusung tema "Menebar Cinta, Mengukir Senyum Anak Yatim". Melalui tema tersebut, ia berharap kegiatan ini membawa kebahagiaan sekaligus bantuan nyata bagi anak-anak yatim.
"Hari ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan pengingat bagi kita semua untuk memuliakan anak yatim. Kami ingin mereka merasakan kehangatan keluarga dan dukungan penuh dari lingkungan sekitar," ujar Samsul.
Setelah berbincang bersama para pengurus dan pengasuh, seluruh peserta melanjutkan rangkaian kegiatan dengan doa bersama. Para ustaz memimpin doa tersebut, sedangkan puluhan anak yatim mengikutinya. Suasana berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur.
Usai doa bersama, Samsul Arifin bersama istri dan ibundanya menyerahkan santunan kepada setiap anak yatim. Selanjutnya, mereka mengusap kepala dan dahi anak-anak satu per satu sebagai simbol kasih sayang dan perhatian. Tradisi itu menjadi doa agar mereka tumbuh saleh, mandiri, dan berakhlak mulia.
Melalui kegiatan tersebut, pihak Darul Aitam Sidogiri berharap santunan itu membantu memenuhi kebutuhan harian sekaligus menunjang biaya pendidikan anak-anak yatim. Mereka juga mengapresiasi kepedulian Samsul Arifin beserta keluarganya. Selain itu, mereka berharap kegiatan berbagi seperti ini terus berlanjut pada masa mendatang.
Seusai penyerahan santunan, Muhdi, salah satu pengasuh santri di Darul Aitam Sidogiri (DAS), mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam menyantuni anak yatim pada Hari Asyura atau 10 Muharram. Menurutnya, orang yang memelihara dan memperhatikan anak yatim akan dekat dengan Rasulullah SAW, sebagaimana dekatnya jari telunjuk dan jari tengah.
"Semoga dengan apa yang kalian lakukan di malam ini akan mendapatkan keberkahan dalam hidup, serta diberikan keselamatan dari dunia hingga ke akhirat," ucap Muhdi. Samsul Arifin beserta keluarganya kemudian mengaminkan doa tersebut.
