Daging kurban dibagikan langsung ke masyarakat sekitar Balai Kota Kediri dan anak-anak asuh di Pondok Kasih. Aksi ini jadi bentuk kepedulian advokat nasional untuk warga Kediri.
Kolaborasi Advokat & Aparat.
Momen penyerahan Dr. Teguh terlihat melakukan tosan/salam kompak bersama Erwandi, aparat yang mendampingi kegiatan.
"Idul Adha itu momentum berbagi dan keadilan sosial. Sebagai advokat, kita harus hadir bukan hanya di ruang sidang, tapi juga di tengah masyarakat yang membutuhkan," ujar Dr. Teguh saat meninjau lokasi kurban di Kediri, Jumat 6 Juni 2026.
Distribusi daging kurban difokuskan ke dua titik:
1. Lingkungan Pemkot Kediri - untuk warga sekitar, petugas, dan dhuafa di area Balai Kota
2. Pondok Kasih - untuk anak-anak asuh dan pengurus panti
Total 3 ekor sapi dengan bobot 400 kg dipilih agar pembagian bisa merata dan mencukupi kebutuhan selama hari tasyrik.
Menurut Dr. Teguh, profesi advokat tidak cukup bicara pasal. Kode Etik Advokat Indonesia mewajibkan advokat mengabdi untuk kepentingan masyarakat.
"Kalau adik-adik di Pondok Kasih bisa makan daging kurban dengan layak di hari raya, itu juga bentuk kita menegakkan keadilan," tegasnya.
Apresiasi mengalir dari pengurus Masjid sekitar Pemkot dan pengelola Pondok Kasih. Mereka menyebut bantuan sapi besar ini sangat membantu mencukupi kebutuhan konsumsi warga dan anak asuh, " pungkasnya.
Penulis: Kib
