DENPASAR, BeritaWarga.Net – Meningkatnya aktivitas Warga Negara Asing (WNA) di berbagai kawasan wisata hingga lingkungan permukiman di Bali kembali menjadi perhatian serius. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan sistem pengawasan yang lebih ketat, terpadu, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat guna mengantisipasi berbagai potensi pelanggaran hukum maupun gangguan terhadap norma sosial dan adat istiadat Bali.
Tokoh masyarakat Bali, I Made Andhika, S.Kom. (40), menyampaikan keprihatinannya terhadap masih maraknya kasus yang melibatkan WNA di Pulau Dewata. Menurutnya, berbagai pelanggaran yang terjadi tidak hanya menimbulkan keresahan di masyarakat, tetapi juga berpotensi merusak citra Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia.
“Kita masih sering menjumpai kasus mulai dari penyalahgunaan visa, overstay, aktivitas kerja tanpa izin, pelanggaran lalu lintas, hingga dugaan tindak kriminal dan kejahatan siber. Hal ini tentu menjadi perhatian bersama karena dapat berdampak pada keamanan dan reputasi Bali,” ujar Andhika.
Ia menegaskan bahwa pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas WNA tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum maupun instansi pemerintah. Peran masyarakat, pelaku usaha pariwisata, serta lembaga adat dinilai sangat penting sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Untuk memperkuat pengawasan, para pemilik dan pengelola akomodasi wisata seperti hotel, vila, guest house, dan penginapan lainnya diimbau agar lebih disiplin dalam melaporkan identitas serta keberadaan tamu asing yang menginap. Langkah tersebut dinilai dapat membantu proses pemantauan dan memudahkan aparat dalam melakukan tindakan cepat apabila ditemukan aktivitas yang mencurigakan.
Selain itu, Andhika juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif para Bendesa Adat dan pemangku kepentingan pariwisata dalam melakukan pengawasan di wilayah masing-masing
“Bendesa Adat dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan lebih peka terhadap aktivitas orang asing yang diduga menyimpang dari aturan yang berlaku. Pelaporan yang cepat, tepat, dan akurat akan sangat membantu aparat dalam melakukan deteksi dini, penelusuran, hingga penindakan yang diperlukan,” jelasnya.
Konsep pengawasan berbasis komunitas dan desa adat dinilai menjadi salah satu solusi efektif dalam menjaga stabilitas keamanan di Bali. Masyarakat lokal yang memahami kondisi lingkungan sehari-hari dianggap memiliki kemampuan lebih untuk mendeteksi aktivitas yang tidak wajar atau berpotensi melanggar hukum.
Di tengah meningkatnya kasus yang melibatkan WNA dalam beberapa waktu terakhir, berbagai pihak berharap adanya sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga adat, pelaku usaha, dan masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut, pengawasan terhadap keberadaan WNA di Bali diharapkan dapat berjalan lebih optimal guna menjaga keamanan, ketertiban, serta kelestarian nilai-nilai adat dan budaya Bali.
Dengan langkah preventif melalui edukasi, sosialisasi, dan peningkatan kesadaran bersama, Bali diharapkan tetap menjadi destinasi wisata unggulan dunia yang aman, nyaman, dan tetap menjunjung tinggi kearifan lokal serta budaya yang menjadi identitas Pulau Dewata.
