Rangkaian Kebohongan Sopir Online, Puluhan Juta Digondol, Pelaku Menghilang -->

Rangkaian Kebohongan Sopir Online, Puluhan Juta Digondol, Pelaku Menghilang

30/01/2026, Januari 30, 2026

 

BeritaWarga.Net| Surabaya — Sejumlah rekan pekerja transportasi online di Surabaya digegerkan oleh dugaan kasus penipuan yang dilakukan oleh salah satu driver online bernama Dodik Kuswanto. Peristiwa ini mencuat pada Jumat, 30 Januari 2026, setelah para korban menyadari uang yang mereka pinjamkan tak kunjung dikembalikan dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp100 juta.


Kasus ini bermula pada tahun 2024, saat salah satu korban bernama Herman meminjamkan uang sebesar Rp40 juta kepada Dodik Kuswanto. Uang tersebut disebut-sebut sebagai uang muka (DP) pengambilan unit mobil Daihatsu Sigra, dengan perjanjian tertulis hitam di atas putih. Saat itu, Dodik berjanji akan mengembalikan uang setelah unit mobil diterima.


Namun, hingga Januari 2026, uang tersebut belum juga dikembalikan. Herman mengungkapkan bahwa sebelumnya Dodik masih dapat dihubungi dan beberapa kali berjanji akan mencicil pengembalian. Sayangnya, sejak Rabu, 28 Januari 2026, ponsel Dodik tidak lagi aktif dan yang bersangkutan menghilang tanpa kabar.


Awalnya masih bisa dihubungi dan janji mau nyicil. Tapi sejak 28 Januari 2026, HP-nya mati total, orangnya menghilang,” ujar Herman geram.


Tak hanya Herman dugaan penipuan ini ternyata menjerat korban lain dengan pola serupa. Beberapa nama yang mengaku dirugikan antara lain:


Awwab Abdurahman: Rp18 juta


Piki Wahyudi: Rp18 juta


Zainul: Rp40 juta


serta sejumlah korban lainnya dengan nominal bervariasi


Total kerugian yang terdata sementara melampaui Rp100 juta, angka yang sangat besar bagi para driver online yang menggantungkan hidup dari penghasilan harian.


Para korban menilai tindakan Dodik Kuswanto bukan lagi sekadar utang-piutang melainkan dugaan penipuan terencana. Terlebih, terlapor kini memilih menghilang tanpa kabar, sementara kewajiban kepada para korban ditinggalkan begitu saja.


Para korban menyebut Dodik menjanjikan pengembalian dana disertai keuntungan, namun hingga kini janji tersebut tak terealisasi.


Sebagai langkah awal, para korban berencana mendatangi istri terlapor yang diketahui berdomisili di Mojokerto guna menagih tanggung jawab dan membuka ruang penyelesaian secara kekeluargaan.


Dengan harapan ada itikad baik dari pihak keluarga untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.


Namun demikian, para korban menegaskan bahwa apabila dalam waktu dekat tidak ada kejelasan maupun tanggung jawab dari pihak Dodik Kuswanto atau keluarganya mereka sepakat akan melaporkan kasus ini secara resmi ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

TerPopuler