Tuban, BeritaWarga.net - Kapolres Tuban AKBP Alaiddin memberikan peringatan tegas kepada seluruh penonton konser Dialog Cinta yang menampilkan grup musik NDX A.K.A, bersama Last Child dan Lavora, di Stadion Tuban Sport Centre (TSC), Sabtu (7/2/2026).
Aparat kepolisian menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada siapa pun yang melanggar aturan keamanan dan tata tertib selama pelaksanaan konser berlangsung.
Kapolres menyatakan bahwa setiap penonton wajib mematuhi seluruh prosedur pemeriksaan.
Aparat tidak segan-segan menolak masuk para jemaah musik yang kedapatan membawa barang terlarang atau tidak mengikuti instruksi petugas di lapangan.
“Imbauan saya, peserta yang sudah membeli tiket baik itu VIP maupun reguler, saat masuk ke lokasi akan dicek oleh anggota saya,” tegas AKBP Alaiddin.
Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari verifikasi tiket, pemeriksaan identitas, hingga pengecekan fisik barang bawaan di pintu masuk utama.
Petugas telah diinstruksikan untuk menyita barang-barang berbahaya yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Adapun barang yang dilarang dibawa masuk antara lain obat-obatan terlarang, senjata tajam, minuman beralkohol, parfum, botol kaca, botol tumblr, hingga makanan dan minuman dari luar area stadion. Semua kebijakan tersebut diberlakukan demi mencegah potensi gangguan keamanan serta risiko kecelakaan di tengah kerumunan penonton.
Kapolres juga menekankan bahwa indikator penolakan masuk tidak hanya berdasarkan barang bawaan, tetapi juga kondisi fisik penonton.
Setiap orang yang terindikasi mengonsumsi minuman keras akan langsung dilarang memasuki area konser.
“Bau-bau minuman tidak boleh dan akan kita cek guna untuk menghindari perselisihan,” ujar AKBP Alaiddin.
Menurutnya, pengaruh alkohol sering menjadi pemicu utama keributan, perkelahian, hingga tindakan anarkis di tengah massa.
Oleh karena itu, kebijakan tanpa toleransi terhadap alkohol diterapkan demi menciptakan suasana hiburan yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tuban.
Dalam pengamanan konser ini, sebanyak 60 personel gabungan diterjunkan. Mereka berasal dari Polres Tuban, Kodim 0811 Tuban, Satpol PP, serta unsur Brimob. Personel disiagakan di berbagai titik strategis mulai dari pintu masuk, area tribun, panggung, hingga jalur evakuasi.
Sinergi lintas instansi tersebut bertujuan menjamin kelancaran kegiatan hiburan masyarakat yang berskala besar, sekaligus meminimalisasi potensi gangguan kamtibmas sebelum, saat, maupun setelah konser berlangsung.
Kapolres menambahkan bahwa kegiatan ini juga telah melalui proses pengamanan berlapis melalui reassessment resmi dari Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Jawa Timur.
“Konser ini juga sudah direassessment oleh Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda Jawa Timur,” jelasnya.
Selain itu, personel keamanan telah melaksanakan apel kesiapan pengamanan sejak pukul 14.00 WIB untuk menempati pos penjagaan di seluruh perimeter Stadion TSC.
Panitia menetapkan open gate pada pukul 15.00 WIB, sedangkan batas akhir masuk bagi penonton ditutup pada pukul 19.00 WIB.
AKBP Alaiddin berharap seluruh penonton dapat bekerja sama dengan petugas demi kelancaran acara.
Ia menekankan bahwa konser ini bukan hanya hiburan semata, tetapi juga momentum positif bagi masyarakat Tuban menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
“Kami ingin konser ini berjalan aman, tertib, dan menjadi hiburan yang sehat bagi masyarakat. Kepatuhan penonton terhadap aturan adalah kunci utama suksesnya kegiatan ini,” pungkasnya.
( saniman )
