PONOROGO, BeritaWarga.net – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ponorogo terus berupaya menekan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas melalui penguatan sistem penegakan hukum berbasis digital. Tidak hanya mengandalkan kamera ETLE statis, Korps Sabuk Putih Polres Ponorogo kini semakin masif mengoperasikan ETLE Handheld (kamera ponsel genggam) dan mulai memperkenalkan inovasi terbaru berupa ETLE Glasses atau kacamata pintar.
Langkah modern tersebut dilakukan untuk menjangkau titik-titik rawan pelanggaran yang belum tercover kamera ETLE statis, sekaligus meminimalkan interaksi langsung antara petugas dengan pelanggar demi menciptakan penindakan yang lebih transparan dan profesional di lapangan.
Kapolres Ponorogo melalui Kasat Lantas Polres Ponorogo, AKP Dewo Wisnu Setya Kusuma, menjelaskan bahwa penggunaan ETLE Handheld terbukti efektif dalam menjaring pelanggaran kasat mata saat personel melaksanakan patroli dengan metode hunting system.
“Melalui ETLE Handheld, personel kami di lapangan cukup memotret pelanggar lalu lintas yang melintas. Data tersebut secara real-time langsung terkirim ke Back Office RTMC untuk diverifikasi, kemudian surat konfirmasi tilang akan dikirim ke alamat pemilik kendaraan sesuai data STNK,” ujar AKP Dewo Wisnu.
Adapun sejumlah pelanggaran yang menjadi prioritas penindakan antara lain pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm standar SNI, berboncengan lebih dari satu orang, melawan arus lalu lintas, menggunakan ponsel saat berkendara, hingga pengemudi mobil yang tidak memakai sabuk pengaman.
Tidak berhenti pada penggunaan perangkat genggam, Satlantas Polres Ponorogo kini juga mulai mengembangkan inovasi futuristik berupa ETLE Glasses. Teknologi kacamata pintar tersebut dilengkapi sistem Artificial Intelligence (AI) dengan fitur face recognition serta pembaca pelat nomor kendaraan otomatis.
Melalui perangkat tersebut, petugas cukup melakukan pemantauan seperti biasa di lapangan. Ketika sistem mendeteksi adanya pengendara yang melakukan pelanggaran atau kendaraan bermasalah, seperti pajak mati maupun penggunaan pelat nomor palsu, maka data pelanggaran akan otomatis direkam dan tercatat dalam sistem.
Inovasi ETLE Glasses diharapkan mampu memberikan efek jera yang lebih luas kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya disiplin berlalu lintas. Penegakan hukum berbasis teknologi ini juga menjadi bagian dari upaya Polri dalam menghadirkan pelayanan yang modern, transparan, dan humanis.
AKP Dewo Wisnu menegaskan bahwa transformasi digital dalam penegakan hukum lalu lintas bukan semata-mata untuk mencari kesalahan pengendara, melainkan bertujuan menekan angka fatalitas kecelakaan di jalan raya.
Dengan hadirnya kolaborasi ETLE Handheld dan ETLE Glasses, ruang gerak pelanggar lalu lintas di wilayah Ponorogo dipastikan semakin terbatas. Masyarakat pun diimbau untuk selalu melengkapi surat-surat kendaraan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta menjadikan budaya tertib berlalu lintas sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
