Versi S Terungkap: Awalnya Sepakat Damai Rp30 Juta, Berujung Tuntutan Rp200 Juta -->

Versi S Terungkap: Awalnya Sepakat Damai Rp30 Juta, Berujung Tuntutan Rp200 Juta

30/05/2026, Mei 30, 2026

Mobil BMW S yang di pasang cone

SURABAYA, BeritaWarga.net –
Insiden cekcok yang terjadi di kawasan Park Shanghai Pakuwon City pada 28 April 2026 terus menjadi perhatian publik. Kali ini, pria berinisial S yang merupakan pemilik mobil BMW dalam peristiwa tersebut akhirnya memberikan klarifikasi terkait kronologi kejadian yang menurutnya berbeda dengan informasi yang beredar di masyarakat.



S menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui lokasi tempat kendaraannya berhenti merupakan area yang dilarang untuk parkir. Saat itu, ia melihat sebuah kendaraan baru saja keluar dari lokasi tersebut sehingga beranggapan area tersebut dapat digunakan untuk parkir sementara.



"Saya masuk karena melihat ada mobil keluar dari situ. Saya pikir memang boleh dipakai parkir," ujar S.



Menurutnya, persoalan bukan hanya soal teguran parkir, melainkan tindakan yang dianggap berlebihan terhadap kendaraannya. S mengaku mobil BMW miliknya dipasangi cone hingga dua kali dan diduga mengalami goresan akibat perlakuan tersebut.



Ia menilai apabila memang lokasi tersebut tidak diperbolehkan untuk parkir, seharusnya pihak pengelola atau petugas keamanan dapat meminta dirinya memindahkan kendaraan secara baik-baik tanpa harus melakukan tindakan yang berpotensi merusak kendaraan. 



"Kalau memang salah parkir, kenapa tidak dipanggil security untuk meminta pindah? Bukan malah kendaraan digores dan diperlakukan seperti itu," tegasnya.



Terkait tuduhan pemukulan terhadap G selaku pemilik rumah, S membantah keras tudingan tersebut. Ia menjelaskan bahwa keributan awal justru terjadi antara tamunya yang merupakan warga negara asing dengan G setelah adanya ucapan yang dianggap memancing emosi.



Menurut S, dirinya justru berusaha melerai pertikaian agar situasi tidak semakin memanas.



"Saya malah angkat tangan sebagai tanda supaya berhenti semua. Saya tidak melakukan pemukulan," ungkapnya.



Dalam insiden tersebut, istri G berinisial F diketahui mengalami luka pada bagian pelipis hingga mengeluarkan darah. Namun berdasarkan versi pihak S dan rekaman video yang disebut dimiliki, luka tersebut terjadi saat proses penarikan oleh petugas keamanan yang berusaha membubarkan keributan.



Meski mengaku tidak terlibat dalam aksi perkelahian, S menyatakan telah menunjukkan itikad baik dengan bersedia menjadi mediator dan menyerahkan uang sebesar Rp30 juta yang berasal dari temannya untuk membantu biaya pengobatan F.



Menurut S, kesepakatan tersebut awalnya telah diterima oleh G, F, serta ayah G. Namun situasi berubah setelah ibu G ikut terlibat dalam proses pembicaraan dan meminta nilai ganti rugi yang jauh lebih besar.



"Awalnya sudah sepakat Rp30 juta untuk biaya pengobatan. Tapi kemudian berubah menjadi permintaan Rp200 juta," ujarnya.



Merasa mulai diarahkan sebagai pihak yang sepenuhnya bersalah, S akhirnya memilih menempuh jalur hukum. Selain itu, ia juga mengaku mengalami kerugian karena mobil BMW miliknya diduga mengalami goresan serta bagian belakang kendaraan mengalami penyok akibat benturan saat keributan berlangsung.



Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya guna memperoleh kepastian hukum dan penanganan sesuai prosedur yang berlaku.



Di sisi lain, ibu dari G mengakui bahwa dirinya sebelumnya tidak mengetahui adanya kesepakatan damai yang telah dibicarakan antara anaknya, menantu, suami, dan pihak S. Ia kemudian meminta pertanggungjawaban yang lebih besar karena menilai pihak S tetap melakukan kesalahan dengan memarkir kendaraan di lokasi yang tidak semestinya.



Perkembangan kasus ini pun memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Sebagian pihak mempertanyakan apakah persoalan tersebut murni berawal dari pelanggaran parkir dan keributan biasa, atau telah berkembang menjadi sengketa yang melibatkan tuntutan ganti rugi bernilai fantastis.



Sorotan juga mengarah pada profesionalitas sistem pengamanan di kawasan Park Shanghai Pakuwon City. Sejumlah pihak menilai petugas keamanan seharusnya mampu meredam situasi sejak awal sehingga konflik tidak berkembang hingga menimbulkan korban luka maupun kerusakan kendaraan.



Hingga berita ini ditulis, seluruh pihak yang terlibat masih menunggu proses hukum dan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap fakta sebenarnya dari insiden tersebut.



Catatan: Naskah ini disusun berdasarkan keterangan dari pihak S dan perlu diimbangi dengan konfirmasi dari pihak G, manajemen kawasan, maupun kepolisian guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang.

TerPopuler