Nganjuk, BeritaWarga.net — Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Madura Indonesia (DPP AMI) resmi mengukuhkan dan melantik pengurus baru Dewan Pimpinan Cabang (DPC) AMI Kabupaten Nganjuk dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat di Jalan Kenanga, RT/RW 003/002, Desa Godean, Kecamatan Loceret. Pelantikan yang digelar pada Jumat siang sekitar pukul 13.00 WIB tersebut menjadi momentum penting bagi AMI dalam memperkuat konsolidasi organisasi di wilayah Jawa Timur, khususnya Kabupaten Nganjuk.
Acara pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar, S.E., S.H, yang hadir bersama jajaran pengurus DPP AMI termasuk Wakil DPP AMI, Kukuh Setya, serta pimpinan struktural dari berbagai daerah. Turut hadir pula perwakilan kelembagaan AMI yang memberikan dukungan penuh terhadap terbentuknya kepengurusan baru tingkat cabang.
Pelantikan ini juga menandai ditetapkannya susunan pengurus baru yang telah melalui tahap verifikasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Adapun pengurus yang dikukuhkan adalah:
Penasehat: Maksum, S.H.; Ridwan, S.H.
Ketua: Saiful Mandasari
Wakil Ketua: Andik Wijaya
Sekretaris: Tiarsin
Bendahara: Johin Setiawan
Anggota: Hadi, Rifa’i, Erik, Pirno, Rohmadi, Jasmani, Aldy, M. Tohir, Nyamidi, Subianto
Dengan pengesahan ini, DPC AMI Nganjuk secara resmi memiliki legitimasi untuk menjalankan fungsi sosial kontrol dalam mengawasi kebijakan pemerintahan daerah serta sektor swasta yang bersinggungan dengan kepentingan masyarakat.
Dalam sambutannya yang penuh penekanan, Ketua Umum AMI Baihaki Akbar mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk menguatkan komitmen, loyalitas, serta rasa tanggung jawab dalam menjalankan amanah organisasi. Ia menegaskan bahwa tantangan ke depan tidaklah ringan, khususnya terkait penyalahgunaan narkoba dan tindakan kriminal yang meresahkan masyarakat.
“Tanamkan jiwa komitmen dan solidaritas. PR kita ke depan tidak ringan. Kita harus melawan praktik penyalahgunaan narkoba, peredaran gelap, dan aksi premanisme di tengah masyarakat,” tegas Baihaki di hadapan para peserta.
Ia juga menekankan bahwa AMI akan tetap berdiri di garis depan dalam memerangi pungutan liar, praktik gratifikasi, serta berbagai bentuk pelanggaran hukum yang terjadi di instansi pelayanan publik. Menurut Baihaki, sosial kontrol harus dijalankan dengan tegas, bermoral, dan sesuai aturan.
Dalam pidatonya, Baihaki turut mengutip pesan Bung Karno tentang peran pemuda sebagai agen perubahan. Ia menegaskan bahwa AMI adalah wadah bagi para pejuang, bukan mereka yang mencari keuntungan pribadi.
“Aliansi Madura Indonesia bukan tempat para penjilat, bukan tempat pengkhianat. Ini adalah tempat para pejuang yang menyuarakan kebenaran dan keadilan. Kekuatan sejati bukan pada jumlah, tetapi pada semangat dan kualitas para pejuang yang bersatu,” pungkasnya.
Usai prosesi pengukuhan, acara dilanjutkan dengan sesi ramah tamah yang berlangsung hangat antara pengurus DPP, DPC, dan tamu undangan. Sebagai penutup, hiburan dari OM Dynasti Music turut memeriahkan suasana dengan menghadirkan dua biduan yang mengisi panggung hiburan.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh kekhidmatan, menandai awal perjalanan baru DPC AMI Nganjuk dalam menjalankan misi sosial dan pengawasan publik di daerahnya.
[Saniman]
