Fokus Keselamatan Lalu Lintas, Ramp Check Operasi Keselamatan Semeru 2026 Digencarkan di Ponorogo -->

Fokus Keselamatan Lalu Lintas, Ramp Check Operasi Keselamatan Semeru 2026 Digencarkan di Ponorogo

03/02/2026, Februari 03, 2026


Ponorogo, BeritaWarga.net –
Dalam rangka meningkatkan keselamatan berlalu lintas serta mematangkan kesiapan menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, jajaran kepolisian menggelar Ramp Check dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026. 


Operasi ini resmi dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai 2 Februari hingga 15 Februari 2026, dengan fokus pada pencegahan kecelakaan lalu lintas dan peningkatan disiplin masyarakat di jalan raya.


Operasi Keselamatan Semeru 2026 menjadi langkah strategis Polda Jawa Timur beserta seluruh jajaran untuk menciptakan Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) yang aman, nyaman, dan selamat menjelang arus mudik dan balik Lebaran melalui Operasi Ketupat Semeru 2026.


Dalam pelaksanaannya, operasi ini menyasar berbagai bentuk pelanggaran lalu lintas yang selama ini menjadi penyebab utama kecelakaan.


 Sasaran prioritas antara lain pengendara di bawah umur, penggunaan helm yang tidak berstandar SNI, pengemudi roda empat yang tidak menggunakan safety belt, pengendara yang melawan arus, kendaraan over dimensi dan overload, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi atau knalpot brong, berboncengan lebih dari satu orang, kendaraan angkutan umum yang tidak memenuhi standar keselamatan, penindakan travel gelap, penertiban kereta kelinci atau odong-odong, serta pengendara yang terpengaruh alkohol.


Penekanan tersebut sejalan dengan arahan Kakorlantas Polri yang menegaskan bahwa apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026 bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum strategis untuk melaksanakan pengecekan akhir atau final check terhadap kesiapan personel, sarana prasarana, serta pola bertindak di lapangan.


Kakorlantas Polri juga menyoroti kompleksitas permasalahan lalu lintas yang semakin meningkat. Berdasarkan data analisa dan evaluasi pelaksanaan operasi tahun sebelumnya, pada Operasi Keselamatan Semeru 2025 tercatat sebanyak 531 kasus kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah tersebut, terdapat 10 korban meninggal dunia, 51 korban luka berat, serta 803 korban luka ringan.


 Angka ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap aturan keselamatan serta perilaku berkendara yang tidak disiplin, yang berpotensi besar menyebabkan kecelakaan.


Menyikapi kondisi tersebut, Polda Jawa Timur menggelar Operasi Kepolisian Kewilayahan dengan sandi Operasi Keselamatan Semeru 2026 dengan tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.”


Operasi ini melibatkan total 5.020 personel, dengan rincian Satgas Polda sebanyak 395 personel dan jajaran wilayah sebanyak 4.625 personel. Seluruh personel dikerahkan untuk melakukan pembinaan, pencegahan, serta penegakan hukum secara terukur dan profesional.


Dalam pelaksanaannya, kepolisian mengedepankan pendekatan yang humanis namun tetap tegas melalui tiga strategi utama. Pertama, upaya preemtif berupa pembinaan dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas. Kedua, upaya preventif dengan langkah konkret berupa pelaksanaan Ramp Check terpadu, yakni pemeriksaan kendaraan dan kesehatan pengemudi yang dilakukan bersinergi dengan Dinas Perhubungan serta Dinas Kesehatan. Pemeriksaan ini meliputi kelayakan teknis kendaraan, rem, lampu, ban, kelengkapan administrasi, hingga kondisi fisik pengemudi.


Ketiga, upaya represif berupa penegakan hukum secara selektif dan proporsional terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan fatalitas kecelakaan, seperti over dimensi over loading, melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, penggunaan knalpot brong, hingga pengemudi dalam pengaruh alkohol.


Di Kabupaten Ponorogo, kegiatan Ramp Check dan penindakan terpadu tampak dilaksanakan secara intensif. Hadir langsung di lokasi antara lain Kasat Lantas Polres Ponorogo AKP Dewo Wisnu Setya Kusuma, S.Kom., M.MSi., M.H, Kanit Regident Polres Ponorogo Iptu Chelvin Ferdinando Samosir, STRK., MSi, Kanit Gakkum Iptu Abdul Kholik, S.H, serta Kanit Turjawali Ipda Hani Rahman, S.H. Mereka memastikan seluruh rangkaian pemeriksaan berjalan sesuai prosedur dan tetap mengedepankan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.


Kasat Lantas Polres Ponorogo AKP Dewo Wisnu Setya Kusuma menegaskan bahwa Ramp Check bukan hanya mencari kesalahan, tetapi memastikan keselamatan pengemudi dan penumpang. Ia menyampaikan bahwa kesiapan kendaraan dan kondisi pengemudi menjadi faktor utama untuk mencegah terjadinya kecelakaan di jalan raya, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada Operasi Ketupat nanti.


“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Dengan Ramp Check ini, kami ingin memastikan kendaraan laik jalan dan pengemudi dalam kondisi sehat serta disiplin berlalu lintas, sehingga potensi kecelakaan bisa ditekan,” ujarnya.


Melalui Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polri berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat. Sinergi antara kepolisian, instansi terkait, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan, khususnya menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang menjadi agenda nasional pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.

TerPopuler