JAKARTA, BeritaWarga.net – Polda Metro Jaya menorehkan hasil signifikan dalam pelaksanaan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Jaya 2026. Selama 15 hari operasi, terhitung sejak 28 Januari hingga 11 Februari 2026, aparat kepolisian berhasil mengamankan 937 pelaku kriminal dari berbagai jenis tindak kejahatan yang meresahkan warga Ibu Kota dan sekitarnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menjelaskan, Operasi Pekat Jaya 2026 menyasar berbagai bentuk penyakit masyarakat yang kerap memicu gangguan kamtibmas.
“Sasaran operasi meliputi tawuran, geng motor, premanisme, peredaran minuman keras dan obat terlarang, petasan, balap liar, hingga kejahatan jalanan,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (12/2/2026).
487 Pelaku Ditahan, 450 Dibina
Dalam pelaksanaan operasi tersebut, Polda Metro Jaya mengamankan total 937 orang. Dari jumlah itu, 487 orang dilakukan penahanan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, sedangkan 450 orang lainnya menjalani proses pembinaan.
“Dalam pelaksanaan operasi secara keseluruhan, Polda Metro Jaya mengamankan 937 orang terhadap para pelaku. Dari jumlah tersebut, 487 ditahan dan 450 dilakukan pembinaan,” jelasnya.
Pembinaan diberikan kepada pelanggar tertentu sebagai langkah edukatif dan preventif, agar tidak kembali terlibat dalam aktivitas kriminal.
Ribuan Senjata Tajam, Miras, dan Narkotika Disita
Selain menangkap para pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti dalam jumlah besar. Barang bukti tersebut terdiri dari senjata tajam, obat-obatan terlarang, minuman keras, hingga narkotika.
Rinciannya, petugas menyita:
225.280 butir obat terlarang,
20.802 botol minuman keras,
572 petasan,
11.422,03 gram sabu,
40.492,8 gram ganja,
tembakau sintetis,
serbuk ekstasi,
serta uang tunai sebesar Rp23.683.000.
“Barang bukti narkotika yang diamankan cukup besar, mulai dari sabu, ganja, tembakau sintetis, hingga serbuk ekstasi, termasuk uang tunai hasil kejahatan,” ungkap Budi.
Barang bukti tersebut berasal dari berbagai lokasi rawan kejahatan, seperti kawasan permukiman padat, titik kumpul geng motor, hingga jalur-jalur yang sering digunakan untuk balap liar dan transaksi ilegal.
Operasi Selesai, Pengawasan Tetap Jalan
Meski Operasi Pekat Jaya 2026 telah resmi berakhir, Polda Metro Jaya menegaskan bahwa upaya pemberantasan penyakit masyarakat tidak berhenti.
“Walaupun kegiatan Operasi Pekat Jaya 2026 dinyatakan selesai kemarin, tetapi proses upaya-upaya preemtif, preventif, dan represif tetap dilakukan oleh Polda Metro Jaya,” tegas Budi.
Salah satu langkah lanjutan yang diambil adalah pembentukan Satuan Tugas Anti Tawuran oleh Kapolda Metro Jaya. Satgas ini tidak dibatasi waktu dan akan fokus menekan angka tawuran serta kekerasan jalanan.
Targetkan Jakarta Zero Tawuran
Polda Metro Jaya berkomitmen menjadikan wilayah DKI Jakarta aman dan kondusif, dengan target menekan tawuran hingga “zero”.
“Polda Metro Jaya berkomitmen membuat wilayah DKI aman, zero dari tawuran, dengan penegakan hukum serta upaya preventif dan represif yang tegas, terukur, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis,” kata Budi.
Ia menambahkan, fenomena tawuran dan kekerasan jalanan menjadi perhatian serius karena berdampak buruk terhadap keselamatan dan masa depan generasi muda.
“Kami memberikan perhatian khusus terhadap fenomena tawuran dan kekerasan jalanan ini karena memberikan dampak yang tidak baik terhadap keselamatan serta masa depan anak-anak dan remaja,” pungkasnya.
Dengan hasil Operasi Pekat Jaya 2026, Polda Metro Jaya berharap situasi kamtibmas di Jakarta dan sekitarnya semakin kondusif, serta masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.
(Saniman)
