NGAWI, BeritaWarga.net - Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif menjelang kegiatan Parapatan Luhur Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Madiun, Polres Ngawi Polda Jawa Timur tidak hanya melaksanakan penyekatan di sejumlah titik jalan strategis, tetapi juga mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui komunikasi serta silaturahmi dengan para tokoh perguruan.
Salah satunya dengan mengundang Ketua serta pengurus PSHT Parapatan Luhur 16 dan PSHT Parapatan Luhur 17. Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolres Ngawi Kompol Rizki Santoso, S.I.K., bersama pejabat utama Polres Ngawi, bertempat di kediaman Kapolres Ngawi, Jl. JA Suprapto, Kabupaten Ngawi.
Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat sinergi serta membangun komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya menjelang kegiatan besar yang berpotensi menimbulkan peningkatan mobilitas massa.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Ngawi menyampaikan apresiasi atas kesiapan dan dukungan dari seluruh unsur PSHT dalam membantu menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menyatakan:
“Kami mengajak seluruh elemen, khususnya keluarga besar PSHT, baik ParLuh 16 maupun ParLuh 17, untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah. Mari kita laksanakan kegiatan dengan tertib, damai, dan penuh rasa persaudaraan, sehingga situasi kamtibmas di Kabupaten Ngawi tetap aman dan terkendali.”
Beliau juga menegaskan bahwa Polres Ngawi akan terus melakukan langkah-langkah preventif, termasuk penyekatan dan patroli intensif, sebagai bentuk komitmen dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Pengamanan ini bukan untuk membatasi, namun semata-mata untuk melindungi seluruh masyarakat agar aktivitas berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif,” tambah Kapolres Ngawi, pada Jumat (6/2/2026)
Melalui sinergi antara Polri dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan pelaksanaan Parapatan Luhur PSHT di Madiun dapat berjalan dengan aman, tertib, dan penuh makna persaudaraan.