Cekcok di Park Shanghai Pakuwon City Berujung Saling Lapor, Video Peleraian Security Jadi Sorotan -->

Cekcok di Park Shanghai Pakuwon City Berujung Saling Lapor, Video Peleraian Security Jadi Sorotan

23/05/2026, Mei 23, 2026


Surabaya, BeritaWarga.net –
Insiden cekcok yang terjadi di kawasan Park Shanghai Pakuwon City pada 28 April 2026 kini menjadi perhatian publik setelah muncul rekaman video peleraian yang menyoroti tindakan petugas keamanan saat meredam keributan antara pemilik mobil BMW berinisial S dengan pemilik rumah berinisial F.



Perkara tersebut diketahui berujung saling lapor ke pihak kepolisian. F melaporkan dugaan penganiayaan ke Polrestabes Surabaya, sedangkan S membuat laporan terkait dugaan perusakan kendaraan miliknya yang disebut mengalami goresan akibat cone pembatas jalan.



Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula saat S tengah makan bersama sejumlah tamunya asal China yang sedang berlibur ke Surabaya. Saat hendak meninggalkan lokasi, mobil BMW milik S diketahui telah dipasangi cone oleh F.



S kemudian meminta penjelasan kepada petugas keamanan hingga cone tersebut sempat diturunkan. Namun beberapa saat kemudian, cone kembali dipasang hingga memicu cekcok di lokasi.



Situasi semakin memanas setelah terjadi adu mulut antara pihak F dengan para tamu resto. Meski demikian, sumber di lokasi menyebut S tidak terlibat langsung dalam perkelahian dan lebih banyak berada di sekitar lokasi saat keributan berlangsung.



“Yang ribut itu kelihatannya tamu dari resto, sedangkan S lebih banyak diam,” ujar sumber yang mengetahui kejadian tersebut dan mengaku memiliki rekaman video.



Keributan itu semakin menjadi sorotan setelah beredar video yang memperlihatkan proses peleraian oleh petugas keamanan. Dalam rekaman tersebut terlihat adanya aksi penarikan terhadap pihak F saat situasi sedang ricuh.



Akibat proses peleraian itu, F mengalami luka pada bagian pelipis mata hingga berdarah. Pihak S menilai luka tersebut bukan akibat pemukulan, melainkan terjadi saat proses penarikan oleh petugas keamanan ketika mencoba melerai keributan.



“Kalau melihat video utuhnya, yang menyebabkan F jatuh dan terluka justru saat security melerai dan menarik pihak yang terlibat,” lanjut sumber tersebut.



Dalam kasus ini, pihak manajemen kawasan juga dinilai turut menjadi sorotan karena dianggap belum maksimal dalam melakukan penanganan konflik secara profesional di lapangan. Sejumlah pihak menilai tindakan petugas keamanan yang melakukan penarikan secara kasar justru memperkeruh situasi hingga menyebabkan adanya korban terluka.

“Seharusnya manajemen dapat memastikan prosedur pengamanan berjalan baik dan tidak berujung tindakan fisik yang menimbulkan korban,” imbuh saksi mata.



Menariknya, kepala security perumahan bernama Awan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon menegaskan bahwa petugas yang melakukan penarikan bukan berasal dari security perumahan, melainkan security dari area mall di sekitar lokasi kejadian.



“Untuk petugasnya itu bukan pihak security perumahan, melainkan security mall. Untuk lebih jelasnya nanti coba saya koordinasi dengan security mall,” ujarnya.



Fakta tersebut kini menjadi perhatian karena tuduhan penganiayaan terhadap S dinilai belum sepenuhnya sejalan dengan rekaman video yang beredar di masyarakat.



Hingga saat ini, kedua laporan tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian guna memastikan kronologi sebenarnya dalam insiden yang terjadi di kawasan elit Surabaya tersebut. 


(Man)

TerPopuler