Ribuan Ojol Jatim Siap Gelar Demo Akbar 20 Mei, Tuntut Regulasi Transportasi Online -->

Ribuan Ojol Jatim Siap Gelar Demo Akbar 20 Mei, Tuntut Regulasi Transportasi Online

14/05/2026, Mei 14, 2026


 Beritawarga.net | Surabaya – Ribuan pengemudi ojek online (ojol) di Jawa Timur dipastikan akan menggelar aksi demo akbar bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2026. Aksi yang diinisiasi GERANAT’S Jawa Timur tersebut rencananya berlangsung serentak di 16 daerah sebagai bentuk perjuangan menuntut kepastian regulasi transportasi online di Indonesia (14/5).


Berdasarkan surat pemberitahuan massa aksi akan bergerak dari Bundaran Waru menuju sejumlah titik strategis di Surabaya, termasuk DPRD Jawa Timur, Dinas Perhubungan, Diskominfo Jatim, Polda Jatim hingga Kantor Gubernur Jawa Timur.


Sejumlah tuntutan nasional yang dibawa massa aksi di antaranya kenaikan tarif penumpang roda dua, regulasi pengantaran barang dan makanan, tarif bersih roda empat, hingga percepatan lahirnya Undang-Undang Transportasi Online Indonesia.


Sementara tuntutan lokal Jawa Timur meliputi penolakan eksploitasi driver online di zona merah, evaluasi skema berbayar aplikasi, pelibatan GERANAT’S dalam regulasi transportasi online daerah, serta biaya parkir driver online yang diminta ditanggung aplikator atau penumpang.


Politikus PDI Perjuangan, Diana A.V. Sasa, saat ditemui di Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur (11/5), menyatakan dukungannya terhadap aspirasi yang disuarakan para driver ojol.


Menurutnya, perjuangan para pengemudi transportasi online memang membutuhkan payung hukum yang jelas agar kebijakan di daerah memiliki dasar kuat dalam penerapannya.


“Perda akan sulit diimplementasikan jika Undang-Undang Transportasi Online belum terbit. Karena itu, apa yang disuarakan teman-teman ojol memang perlu mendapat perhatian serius,” ujarnya.


Sementara itu, Penanggung Jawab GERANAT’S Jawa Timur, Achmad, menegaskan bahwa aksi 20 Mei 2026 bukan menjadi akhir perjuangan, melainkan langkah awal untuk mengawal tuntutan hingga didengar pemerintah pusat.


“Demo 20 Mei 2026 ini permulaan. Setelah aksi selesai, kami akan terus mengawal sampai pemerintah pusat benar-benar mendengar aspirasi driver online,” tegasnya.


Ia juga menyebut perjuangan ojol kini akan berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya aksi besar hanya dilakukan setahun sekali, kini GERANAT’S siap melakukan pengawalan secara berkelanjutan.


“Kalau memungkinkan, beberapa bulan kemudian kami akan turun lagi. Kami ingin perjuangan ini benar-benar menghasilkan perubahan,” tambahnya.


Senada dengan itu, PJ GERANAT’S Jawa Timur, Puji Waluyo, berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan dan perlindungan para pengemudi ojol di Jawa Timur.


“Harapan kami pemerintah daerah lebih memperhatikan nasib ojol, karena mereka juga bagian dari masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor transportasi online,” ujarnya.


GERANAT’S Jawa Timur menegaskan bahwa perjuangan para driver online tidak akan berhenti pada aksi 20 Mei 2026 saja., GERANAT’S Jawa Timur ingin menunjukkan bahwa persoalan transportasi online bukan lagi isu kecil yang bisa diabaikan. Para driver berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menghadirkan regulasi yang adil, melindungi mitra pengemudi, serta menciptakan keseimbangan antara aplikator, pemerintah, dan driver online di seluruh Indonesia.

TerPopuler