Konfercab Ansor 2026 Lumajang Ricuh, Dugaan Penggiringan Kemenangan Mencuat, Panitia dan PW Jatim Bungkam -->

Konfercab Ansor 2026 Lumajang Ricuh, Dugaan Penggiringan Kemenangan Mencuat, Panitia dan PW Jatim Bungkam

17/02/2026, Februari 17, 2026


Lumajang, BeritaWarga.net –
Beberapa hari pasca pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) GP Ansor 2026 di Lumajang, kabar ricuhnya forum tersebut masih ramai diperbincangkan di jagad maya.



Aroma dugaan penyimpangan terstruktur untuk memenangkan salah satu kandidat oleh panitia bahkan pimpinan sidang, terus menjadi sorotan dan bahan diskusi di kalangan masyarakat. Sejumlah akun media sosial turut menyoroti jalannya forum dan meminta pemangku kewenangan di wilayah untuk segera angkat bicara.



Informasi terkini yang dihimpun BeritaWarga.net menyebutkan adanya arahan dari pimpinan sidang terkait rekomendasi bagi kandidat dari lingkup ranting sebagai bentuk dukungan. Arahan tersebut diduga berbeda perlakuannya terhadap kandidat lain dan disebut-sebut diatur sedemikian rupa sehingga berpotensi menggugurkan kandidat tertentu.



Sebelumnya diberitakan, terdapat sejumlah catatan penting yang menjadi pemicu keributan dalam forum tersebut, di antaranya:



Panitia diduga menyalin tata laksana Konfercab dari kabupaten lain dan menerapkannya di Lumajang tanpa penyesuaian.



Beredar dokumentasi pesan WhatsApp di luar forum yang berisi arahan-arahan yang dinilai berpotensi menggiring keberpihakan.



Durasi penentuan rekomendasi hanya dua menit dan diberlakukan kepada salah satu kandidat.



Tahapan pemilihan tidak berjalan sebagaimana mekanisme demokratis, melainkan langsung pada keputusan dan penentuan pemenang yang dianggap sepihak.



Situasi dan tahapan forum diduga telah diatur untuk mencapai tujuan memenangkan pihak tertentu.



Adanya dugaan penandatanganan dan pembubuhan stempel secara mandiri oleh oknum pada akhir atau hasil Konfercab.



Menanggapi hal tersebut, Mohammad Mahtuhan, S.H berharap Pimpinan Wilayah (PW) Ansor Jawa Timur dapat mengambil sikap sebagai penengah agar situasi kembali kondusif.



“Kami menilai tidak ada verifikasi terhadap data yang kami kumpulkan, sehingga seolah-olah dianggap nol. Saat itu langsung diumumkan kandidat pemenang dan kami anggap sepihak karena tidak melalui tahapan pemilihan,” ujarnya, Senin (16/2/2026).



Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi kepada H. Su’ud selaku Ketua Panitia serta H. Musaffa Safril dari PW Ansor Jawa Timur melalui pesan WhatsApp belum mendapatkan tanggapan. Keduanya belum memberikan klarifikasi terkait peristiwa yang terjadi dalam Konfercab tersebut.


Dikutip TikTok Mata Lensa

TerPopuler