Safari Ramadan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul Hj. Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., Komandan Kodim 0730/Gunungkidul Letkol Inf Alfian Praniawan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan.
Kegiatan Safari Ramadan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya selama bulan suci Ramadan.
Menurutnya, kondisi keamanan yang kondusif merupakan faktor penting agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang, khusyuk, dan nyaman.
“Kami mengajak seluruh warga masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas di wilayah Kabupaten Gunungkidul agar tetap kondusif selama bulan Ramadan. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan mengaktifkan kembali kegiatan Siskamling sebagai upaya preventif dalam menjaga keamanan lingkungan,” ujar AKBP Damus Asa.
Ia menegaskan bahwa keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendukung upaya kepolisian dalam menciptakan situasi yang aman dan tertib.
Selain menyoroti pentingnya menjaga keamanan lingkungan, Kapolres juga memberikan perhatian khusus terhadap fenomena kenakalan remaja yang sering muncul selama bulan Ramadan.
AKBP Damus Asa menyampaikan bahwa pihak kepolisian kerap menemukan berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat, seperti balap liar, perang sarung, hingga konvoi kendaraan dengan menggunakan knalpot brong.
Menurutnya, aktivitas tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan masyarakat yang sedang menjalankan ibadah, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan para pelakunya maupun pengguna jalan lainnya.
“Kami mengimbau kepada para orang tua untuk lebih memperhatikan dan mengawasi aktivitas putra-putrinya, khususnya pada malam hari. Mari kita hindari kegiatan yang merugikan seperti balap liar, perang sarung, hingga konvoi kendaraan dengan knalpot brong yang sangat mengganggu ketenangan ibadah masyarakat,” tegas Kapolres.
Ia menambahkan bahwa kepolisian tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang melakukan pelanggaran hukum atau kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum selama bulan Ramadan.
Di sisi lain, Kapolres Gunungkidul juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di dunia maya.
Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks dapat menimbulkan kegaduhan di masyarakat dan berpotensi memicu konflik sosial.
“Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial. Pastikan terlebih dahulu kebenarannya sebelum menyebarkan kepada orang lain,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul Hj. Endah Subekti Kuntariningsih dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Safari Ramadan merupakan salah satu bentuk kedekatan pemerintah dengan masyarakat.
Ia mengatakan, melalui kegiatan tersebut pemerintah daerah dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus menyampaikan berbagai program pembangunan daerah.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, serta masyarakat sangat penting dalam mendukung terciptanya pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Gunungkidul.
“Safari Ramadan ini menjadi sarana komunikasi yang efektif antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dalam membangun Gunungkidul yang lebih baik,” ujar Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat Dusun Bendogede 2.
Bantuan yang diberikan meliputi bantuan operasional untuk masjid, paket buku keagamaan, serta paket sembako bagi masyarakat yang membutuhkan.
Penyerahan bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat serta meringankan beban warga yang membutuhkan selama bulan suci Ramadan.
Kegiatan Safari Ramadan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Warga yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian acara, mulai dari sambutan para pejabat daerah hingga penyerahan bantuan kepada masyarakat.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar Kabupaten Gunungkidul senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, serta keberkahan selama bulan suci Ramadan dan seterusnya.
(Saniman)
